Jumat, 04 Januari 2013


http://3.bp.blogspot.com/_I_PFFJSrTec/TO_gpTOcSlI/AAAAAAAAFB0/5YI8gBt5rws/s300/pemahaman%2Bkeliru%2Btentang%2Bdesain%2Bgrafis%2B1.jpgSebagai pihak yang berkecimpung dalam desain grafis, tentu saja kita berharap agar desain grafis mendapat pengakuan dari masyarakat luas sebagai suatu terapan ilmu, skill/keahlian, dan juga profesi. Namun untuk mencapai itu semua tentu tidak lah mudah. Masyarakat awam pada umumnya tidak tau apa dan bagaimana itu desain grafis. Perlu usaha keras untuk memberikan pemahaman terus menerus agar industri ini berjalan sebagaimana semestinya.
thumbnail image




Berikut adalah beberapa pemahaman keliru tentang desain grafis :

1) Desain itu Komputer

Ini adalah pemahaman yang paling umum dari masyarakat awam tentang desain grafis. Mereka berfikir bahwa desain grafis hanya sekedar menggunakan software komputer untuk menciptakan gambar-gambar indah nan sedap dipandang. Faktanya tidak begitu! Bisa Photoshop, Illustrator, dan CorelDRAW tidak lantas berarti bisa desain.
Desain grafis adalah pekerjaan yang membutuhkan proses seperti pencarian ide dan merumuskan konsep untuk memberi solusi komunikasi visual. Penguasaan software yang berfungsi untuk mengeksekusi sebuah karya hanyalah sebagian dari beberapa metode dan proses dalam pembuatan sebuah karya.

2) Desainer itu Pintar Menggambar

Bahkan di zaman sekarang, dimana efek-efek yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya bisa dibuat dalam sekejap mata dengan kemampuan software grafis, masyarakat awam masih berfikir bahwa desain itu kerjaannya menggambar. Memang, pada dasarnya kemampuan menggambar adalah salah satu keahlian visual yang sangat berguna bagi desainer. Tapi tidak lantas berarti menjadi desainer harus pintar menggambar.
Desain grafis adalah ilmu komunikasi visual. Apapun yang bisa kamu lakukan untuk mengkomunikasikan sebuah pesan visual secara efektif, maka kamu telah berhasil membuat suatu karya desain dengan baik.

3) Desainer itu Penuh Kreatifitas

Jika bicara soal
desain grafis, orang akan cenderung mengidentikkannya dengan kreatifitas. Tapi percaya atau tidak, semua orang pada dasarnya adalah kreatif, namun faktor-faktor seperti lingkungan dan kepribadian mengikis kreatifitas untuk tumbuh. Desainer grafis sama halnya dengan kebanyakan orang, tuntutan dan kecintaan pada profesilah yang membuatnya berproses dalam ruang lingkup kreatifitas. Mencoba dan terus mencoba hingga menemukan hal baru.

4) Desain Grafis itu Seni, Seni itu Desain Grafis

Orang awam seringkali memahami desain grafis secara estetis, dan bukan fungsi. Ini pula sebabnya kenapa desain grafis dan seni visual itu dianggap sama. Kenyataannya tidak begitu!
Desain grafis dan seni visual adalah dua hal yang berbeda. Desain grafis adalah seni terapan yang berfokus kepada fungsi penyampaian informasi, estetika hanyalah sebagian teknis yang digunakan untuk mencapai fungsi tersebut. Sedangkan seni visual itu bersifat bebas, individualis, dan cenderung ekspresif. Tidak ada tujuan apapun yang ditargetkan agar audiens bergerak melakukan sesuatu.

5) Desain Grafis itu Sesuai Selera

Satu lagi pemahaman keliru oleh masyarakat awam tentang desain grafis, selera! Baik tidaknya sebuah desain tidak bisa disandarkan kepada selera dan pertimbangan estetis semata. Desain grafis mengandung strategi komunikasi yang bertujuan untuk dimengerti dan bukan untuk mendapat apresiasi.
Desain grafis ditujukan agar audiens tergerak untuk melakukan apa yang diinstruksikan dalam sebuah karya baik secara langsung maupun tidak, dan bukan membiarkan audiens berdiri lama di depan karya sambil berkata : "Oh, indahnya.."